Tuesday, December 1, 2015

PAK PRESIDEN, SELAMATKAN KAMI DARI BAHAYA SINETRON

Beberapa waktu lalu, saya menjumpai postingan di facebook disertai gambar seorang siswa yang membawa kertas bertuliskan, Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Bahaya Sinetron. 
Sumber Gambar: www.facebook.com

Sebuah keprihatinan memang, saat ini menurut saya banyak sekali tayangan-tayangan yang tidak bermutu terutama bagi siswa sekolah. Bagaimana tidak, banyaknya sinetron yang banyak menampilkan kekerasan, pergaulan bebas, pembullyan, tawuran dan ketidak tertiban. 
Sungguh ini sebuah keprihatinan kita semua, tayangan-tayangan seperti itu banyak sekali beredar di televisi-televisi swasta nasional. Lalu dimanakah KPI? apakah KPI tidur? atau tayangan-tayangan seperti itu menurut KPI layak???? padahal sekarang ini banyak sekali komentar-komentar yang tidak setuju beberapa tayangan-tayangan sinetron di TV. 

Dampak Negatif Sinetron

Dampak negatif pada sinetron yang kurang mendidik diantaranya adalah:
*Menjadi anak yang malas belajar
*Mengikuti gaya anak dalam sinetron, misalnya memakai accsessoris yang tidak pantas digunakan pada waktu sekolah, tidak taat aturan sekolah
*Berani melawan orang tua dan guru 

*Menjadi anak yang sok kaya, dan lain-lain

tentunya disekolah diajarkan hal yang tidak sesuai dengan di senetron bahkan bertolak belakang. Misalnya saja :
- kalau kita lihat di sinetron anak yang bersekolah bajunya banyak yang tidak dimasukkan, padahal disekolah peraturan baju harus dimasukkan.
- artis sinetron berambut gondrong, padahal disekolah tidak boleh berambut gondrong. 
dan tentu masih banyak contoh-contoh lain yang pasti kalau kita telaah dengan cermat banyak penyimpangan-penyimpangan yang jauh berbeda dari norma-norma yang berlaku. 

selain dampak negatf tentunya sebenarnya ada dampak positif juga. Namun untuk menghasilkan dampak positif tentu sebuah sinetron harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang sesuai standar kualitas sinetron.

 Standar Kualitas Sinetron

Standar kualitas sinetron adalah ukuran yang ditentukan sebagai suatu pembakuan tontonan yang bermanfaat bagi penonton-penontonnya. Menurut Devi Virandani dan Ayu Indah, sinetron yang berkualitas itu :
>Ceritanya harus masuk akal dan di angkat dari kehidupan sehari-hari, kalau bisa kisahnya itu diangkat dari kisah nyata atau benar-benar pernah terjadi
>Waktu menyiarkan sinetron remaja tidak pada jam-jam belajar agar mereka dapat belajar dengan tenang
>Menerapkan norma-norma yang ada
>Memberikan nasihat-nasihat kepada setiap penontonnya


Kualitas yang baik tentunya akan berdampak positif pula. Para pakar telekomunikasi dan telematika menyatakan bahwa tontonan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang, apabila tidak bisa memilih tontonan yang baik dapat dimungkinkan kepribadian seseorang tersebut menjadi buruk. Remaja sangat mudah terpengaruh oleh situasi di sekitarnya, maka diperlukan pengawasan yang sangat baik dari pihak keluarga termasuk dalam memilih tontonan.

namun sekarang ini banyak sekali sinetron yang tidak sesuai dengan standar-standar itu. Celakanya lagi anak-anak SD atau anak-anak-anak di bawah umur mengkonsumsi tontonan itu, sehingga hal ini sangat membahayakan masa depan bangsa. So, kalau saya pribadi mengharap untuk menghentikan sinetron-sinetron yang tidak bermutu. serta kembalikan tayangan-tayangan yang dapat mendidik anak-anak. STOP! SINETRON TIDAK BERMUTU. 

No comments:

Post a Comment